Follow Us @silviawt

Wednesday, October 24, 2012

Tips Jitu Redam Amarah

Bukan hal yang mudah meningkatkan kesabaran dan menurunkan emosi, termasuk juga meredakan amarah.

Sebuah penelitian bahkan menyatakan bahwa seseorang mengalami kehilangan kesabaran adalah sesuatu yang wajar. Namun, bukan berarti tidak bisa dikendalikan dan diredam.
Sebuah penelitian di Amerika menyatakan bahwa rata-rata orang mengalami kehilangan kesabaran tiga sampai empat kali dalam sepekan.

Untuk mengendalikannya, pakar psikologi dan perilaku sosial, Raymond W Novaco, dari University of California, menyatakan perlu ada manajemen amarah dalam setiap individu.

tips cara jitu meredam amarah seperti dikutip laman Shine:

Tenangkan diri dan tarik nafas

Begitu Anda merasa suhu tubuh Anda naik, katakan kepada diri sendiri, "Saya terganggu, dan harus segera mengalihkan pikiran, lalu segera tarik nafas dalam-dalam,” kata Novaco. Jika Anda merasa emosi makin menggebu, mulai bernafas dalam-dalam untuk menenangkan diri.

Bayangkan nafas masuk dan keluar melalui jantung Anda sambil berpikir tentang sesuatu dalam hidup Anda dengan penghargaan. Debora Rozman, psikolog California dan penulis buku 'Transforming Stress: The HeartMath Solution for Relieving Worry, Fatigue, and Tension' yang telah diuji melalui pendekatan klinis menyatakan, dengan menenangkan diri dan menarik nafas, emosi Anda akan kembali stabil.

Lakukan relaksasi

Setiap orang memiliki ambang kemarahan yang unik didasarkan pada bahan kimia seperti serotonin. Menurut Emil Coccaro, ketua departemen psikiatri di Universitas Chicago, tingkat amarah seseorang sering tergantung pada jenis hari, gairah Anda pun akan bervariasi, dan ketika itu tinggi, lebih mudah untuk meledakkan amarah.

Olahraga teratur dan praktik relaksasi dapat membantu Anda menurunkan tingkat gairah. Jika rajin beraktivitas olahraga dan relaksasi, Anda akan lebih kebal terhadap ucapan kasar dan aggravations sehari-hari lainnya.

Berikan catatan pada diri sendiri

Caranya adalah dengan menanyakan pada diri sendiri, apakah ini benar-benar penting? Apakah Anda akan marah hanya karena masalah sepele? Kadang-kadang, mungkin kita bisa melihat bagaimana cara orang lain bereaksi dan kehilangan kesabaran hanya karena masalah kecil, misalnya berdebat.
Hanya karena masalah sepele, seperti bersenggolan tanpa sengaja, atau seorang ibu menjerit hanya karena anaknya menumpahkan sirup di lantai, dan lain sebagainya.

Apakah Anda juga akan melibatkan emosi hanya karena masalah remeh-temeh seperti itu? Steven Stosny, seorang spesialis pengendali marah dari Maryland menyatakan segera setelah keinginan marah timbul, putar pikiran Anda untuk memikirkan hal-hal positif.

Pikirkan sesuatu yang lucu

Jika emosi terasa sulit untuk dikendalikan, cobalah untuk memikirkan hal-hal lucu. Atau ingat-ingat kembali momen-momen lucu yang pernah terjadi dalam hidup Anda.

Kosongkan pikiran Anda

Pada saat tingkat emosi meninggi, akan lebih baik menjauh dari masalah sejenak untuk menenangkan diri. Kosongkan pikiran, bisa dilakukan sambil mengunyah makanan seperti cokelat. Sebuah riset yang dilakukan Molly Crockett, psikolog dari Universitas Cambridge, menemukan hubungan antara homon serotonin dan reaksi marah seseorang.

Jadi, jangan biarkan perut Anda menjadi kosong saat emosi menggebu. Makanan merupakan penyumbang dalam menghasilkan hormon serotonin dalam otak. Hormon ini berperan dalam mengendalikan mood seseorang. Ini menjelaskan kenapa saat berpuasa emosi kita lebih gampang tersulut tinggi.

Jangan nethink

Ya, jangan nethink atau negative thinking dulu. Siapa tahu rasa kesal kamu itu berasal dari rasa membela diri atau being defensive.

Exercise

Setelah kita marah atau kesal akan sesuatu, rasanya akan sangat sulit untuk melupakannya. Biar pikiranmu lebih relax, sesampainya di rumah cobalah berolahraga atau exercise. Selain baik untuk kesehatan, olahraga adalah cara terbaik untuk menghilangkan rasa penat dan kesal.

Salurkan pada hobi

Selain berolahraga, cara cepat meredam rasa kesal adalah mengusirnya dengan hobi. Contoh, jika kamu hobi menulis, tulislah semua unek-unek kamu ke dalam diary, selami hobi kamu sejenak sampai kamu merasa tenang dan bisa tersenyum kembali.

No comments:

Post a Comment